6 Batu Alam Yang Orang Batak Yakini Memiliki Kekuatan Magis

Suku Batak sungguh begitu kaya akan budaya dan memiliki beragam objek-objek wisata bersejarah mengenai budaya batak.

Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia, berdasarkan sensus dari Badan Pusat Satistik pada tahun 2010. Nama ini merupakan sebuah tema kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Pantai Barat dan Pantai Timur di Provinsi Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak/Dairi, Simalungun, dan Toba. Batak adalah rumpun suku-suku yang mendiami sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Namun sering sekali orang menganggap penyebutan Batak hanya pada suku Toba, padahal Batak tidak hanya suku Toba.

Saat ini pada umumnya orang Batak menganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam. Tetapi ada pula yang menganut kepercayaan tradisional yakni: tradisi Malim (penganutnya disebut Parmalim) dan juga menganut kepercayaan animisme, walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.

Ini adalah beberapa batu bersejarah dan dipercayai masyarakat suku batak Toba memiliki kekuatan magis. Batu-batu ini telah dijadikan sebagai objek wisata di tanah Batak yang berlokasi disekitaran Danau Toba:

1. BATU HOBON

Batu Hobon terletak di kaki Gunung Pusuk Buhit, Sianjur mula-mula, Kabupaten Samosir. Batu ini berdiameter sekitar satu meter dan memiliki rongga. Hobon dalam bahasa Indonesia berarti peti. Batu ini dipercaya warga setempat dan masyarakat batak sebagai tempat penyimpanan harta kekayaan peninggalan raja batak. Diyakini juga didalam batu ini terdapat benda-benda pusaka, kitab yang berisi ajaran dan nilai-niai leluhur dan juga alat musik batak. Konon menurut warga lokal, batu ini tidak dapat dibongkar oleh manusia dan orang-orang yang mencoba membongkar paksa dan membuka batu ini akan terkena musibah.

2. BATU GURU

Objek Wisata Batu Guru yang terletak di tepi pantai Danau Toba tepatnya di Pantai Desa Pangaloan Kecamatan Nainggolan Samosir atau sekitar 2 Km ke arah Timur Kecamatan Nainggolan. Objek wisata ini tidak asing lagi bagi sebagian besar warga Samosir karena letaknya yang cukup strategis berada di tepi danau juga mudah dijangkau melalui perjalanan darat yang hanya sekitar 50 m dari Jalan Provinsi-Lintas Samosir.

Batu Guru memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya yang mengisahkan kejayaan orang batak toba yang berdomisili di seputaran Kecamatan Nainggolan. Adapun kisah Legenda batu Guru yang menurut penuturan warga setempat adalah batu yang terjadi akibat suatu pertarungan antara Raja-Raja sehingga dari hasil pertarungan terjadilah dua buah batu besar yang bertikai, dimana salah satu batu berada di darat atas perkampungan dan satu lagi berada di daerah tepi pantai Danau Toba dengan ukuran yang cukup besar.

Batu Guru yang berada di tepi pantai Danau Toba memiliki ukuran berdiameter ± 50m dengan ketinggian dari permukaan air ± 5 m dan kedalam sekitar 3m. Batu ini letaknya tidak mengena secara langsung ke dasar Danau melainkan di topang oleh tiga buah batu berukuran sedang sehingga dengan kekokohan ke tiga buah batu yang menopang Batu Guru tersebut, Dipastikan kita dapat menyelam menyeberangi batu dari sisi ke sisi lain batu tersebut dan sesuai dengan beberapa filsafat orang batak, keberadaan serta susunan Batu Guru yang di topang oleh tiga buah batu berukuran sedang, diyakini bahwa Batu Guru menjadi lambang nyata filsafat orang batak yang menyebutkan “Dalihan Na Tolu” yaitu Somba Mar Hula-hula, Elek Marboru,dan Manat Mardongan tubu.

3. BATU GANTUNG

Batu Gantung merupakan sebuah pahatan alam berupa bebatuan yang terletak di Parapat, Sumatera Utara. Jika Anda melancong ke Danau Toba, pasti Anda tidak ingin melewatkan objek wisata ini. Hampir seluruh wisatawan lokal dan mancanegara yang hendak ke Danau Toba dan Pulau Samosir, mampir ke Objek wisata Batu Gantung ini. Disebut Batu Gantung  karena letak batunya yang tampak menggantung ke bawah diatas sebuah tebing dipinggiran Danau Toba.

Menurut warga setempat dan legenda yang beredar luas, batu ini merupakan perwujudan seorang gadis yang dipaksa dijodohkan dengan pria yang tidak dia cintai, karena sedih dan putus asa gadis itu memutuskan melompat ke Danau Toba dari atas tebing bebatuan. Selain batu menyerupai manusia itu terdapat pula batu menyerupai anjing didekat batu yang memanjang tersebut, itu diyakini anjing milik gadis tersebut yang setia menemaninya. Untuk bisa sampai ke titik lokasi batu ini, kita harus menyeberangi Danau Toba dengan menggunakan kapal dari Parapat sekitar 30 menit.

4. BATU PARSIDANGAN

Batu Parsidangan berada di Huta Siallagan, Desa Ambarita Kecamatan Simanindo di Kabupaten Samosir. Batu kursi (persidangan dan eksekusi) merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah terdapatnya hukum Batak di Huta Siallagan. Batu kursi di huta Siallagan ditempatkan pada dua lokasi sesuai dengan aturan dan fungsinya yang berbeda. Batu pertama yaitu batu berbentuk kursi yang melingkari sebuah meja batu juga. Batu berbentuk kursi ini konon dulu digunakan sebagai tempat rapat dan kursi untuk raja, para tokoh adat dan permaisuri. Batu yang kedua yaitu batu yang digunakan sebagai tempat mengeksekusi orang-orang yang melanggar hukun adat atau para penjahat dengan hukuman mati. Batu ini berbentuk memanjang dan para terdakwa akan dibaringkan diatasnya lalu dipenggal kepala pelaku oleh Datu (orang yang memiliki ilmu gaib).

5. BATU CAWAN

Batu cawan merupakan permandian yang berbentuk mirip cawan (mangkuk) terletak dilereng Gunung Pusuk Buhit, gunung ini sangat di sakralkan oleh orang suku Batak. Berjarak sekitar 3 km dari pintu masuk desa Limbong. Disekitaran batu cawan ini terdapat pula sejenis altar untuk meletakkan kurban dari peziarah dan pengunjung, dapat berupa sirih, jeruk purut, telur ayam kampung, rokok, dan buah-buahan. Sehingga tempat ini dikeramatkan oleh warga lokal. Batu cawan ini dulu merupakan kolam permandian raja, berdiameter sekitar 3 meter dengan kedalaman 1,5 meter.

Pengunjung diperbolehkan meminum air dari batu cawan dengan menundukkan kepala lalu menyentuh permukaan air dengan mulut langsung tanpa alat bantu berupa cangkir. Lalu mencuci muka dan bisa membawa pulang airnya. Sedangkan untuk mandi hanya diperbolehkan di aliran air dibawah batu cawan ini.

6. BATU MARHOSA

Batu Marhosa terletak di desa Parmonangan Huta Sorsortolong, Kecamatan Simanindo di Pulau Samosir. Batu marhosa dalam bahasa Indonesia berarti batu bernafas, batu marhosa memiliki fenomena mengeluarkan hembusan angin dari sisi tebing batu tersebut. Celah yang terdapat pada batu tidak berdiameter luas namun celah tersebut diyakini warga setempat tembus sampai ke dasar Danau Toba. Objek wisata ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara karena keunikannya dan batu marhosa ini di kelilingi hutan yang hijau.

 21 total views,  1 views today

Klik,,Share Amalan Ilmu ini teman Anda